Keringat Dingin

            Tak ada satupun orang yang tahu dia akan lahir seperti apa, dimana, dan di kalangan keluarga seperti apa, ada yang terlahir dengan proses normal dan ada yang terlahir dengan proses cesar, ada yang lahir di rumah sakit ada yang di mbah dukun, ada yang kaya dan ada juga yang miskin. terlahir di dunia ini saja sudah bersyukur atas rahmat Tuhan YME. Dan ini adalah cerita sebuah anak yang terlahir sebagai seorang cowok dengan nama awal “cewek”. Febby itulah namaku, nama yang umumnya di pakai untuk cewek, semua tetangga ku tidak ada yang peduli, bahkan mereka menganggap itu normal karena aku tumbuh di sebuah desa kecil di Bojonegoro. Tapi semua itu berubah ketika aku memasuki Sekolah Dasar, bertempat di suatu kecamatan, kecamatan Sumberrejo tepatnya. Semua persiapan sudah kami persiapkan tentunya untuk mengisi formulir pendaftaran.

Guru 1 : Febby Pratama P(dengan mic beliau memanggil aku)

Aku pun kedepan dan menghadap ke guru tersebut, dan ketika sudah sampai di depan guru lain bertanya

Guru lain : Ada apa nak? (sambil guru 1 masih memanggil nama aku)

Aku : Saya Febby bu

Guru lain : loh kamu Febby?

Aku : iya bu..

Guru lain : Bu bu ini sudah ada febbynya

Guru 1 : loh cowok, saya kira cewek(sambil tertawa malu)

Aku : iya bu saya cowok (*dalam hati, loh masa Febby kok cewek, gimana ini bu guru, *sambil ketawa dikit)

Guru lain : Yaudah kamu masuk sini ya nak.

Aku : baik bu

Tak sampai disitu, sekolah baru pasti akan ada sesi perkenalan yang di pandu oleh guru, guru akan memanggil dan menyuruh murid muridnya untuk melakukan perkenalan diri di depan kelas. Satu persatu nama di panggil dari abjad A, B, C dan seterunya,

Fatika : Hobi aku adalah Membaca cerpen.

Guru : yaa, cukup Fatika, silahkan duduk.

Guru : Fera Nur ..

Fera : Halo teman teman nama aku adalah Fera Nur Affifah, dari Sumuragung, aku berumur 6 tahun, cita citaku adalah menjadi seperti ibu guru, mengajar murid SD.

Guru : Wah bagus sekali cita cita Fera,

Guru : Yaak, selanjutnya adalah Febby Pratama…

Aku adalah orang yang kaku dan demam panggung, ada keluarga jauh saja aku hanya berdiam diri di kamar sambil bermain game Space Defense di hp Nokia jadul, apalagi maju kedepan seperti ini, hatiku seperti sedang dalam Pop Ice yang sedang di blender.

Guru : Kamu mau kemana? (sambil menatap ke aku)

Aku : Kedapan kan bu? (sambil bingung)

Guru : Loh? Ngapain kamu kedepan?

Aku : Perkenalan bu

Guru : Oooh kamu Febby ya? Saya kira cewek hehe yaudah maju sini Febby

Aku : Hehe iyaa bu(Aku tak menghiraukan kata kata itu, bukan karena cuek atau bodo amat, tapi karena sedang gugup dan keringat dingin)

Guru : Ya Febby sebutkan nama lengkap, umur, alamat, dan cita cita

Aku : Iya buu(sambil nelen ludah)

Aku : Hai teman-teman..

Murid : Hai…

Aku : Perkenalkan nama aku Febby, umur saya 6 tahun. Sekian bu

Guru : Rumah kamu dimana?

Aku : Diii… Pekuwon bu,

Guru : Pekuwon berapa?

Aku : Hmmmm… Pekuwon 2 bu

Guru : Yaudah.. Cita-cita kamu apa?

Aku : Tentara bu

Guru : Waah bagus Febby, lanjutkan yaa(*dalam hati, ini anak berdiri aja gugup tegang gini mau jadi tantara)

            Hari hari ku berjalan seperti layaknya anak SD lakukan, berangkat pagi, pulang siang, aku sering pulang bareng tetanggaku bernama Tia, rumah kami hanya berjarak satu meja tenis meja saja. Dia anaknya cantik dan lugu, dia satu angkatan bersamaku, tetapi berbeda kelas, aku A dan dia B. Jika aku tidak di jemput kakekku aku akan pulang bareng denganya karena dia selalu di jemput ibunya, dengan duduk di jok motor paling belakang, sampai ketika aku duduk di kelas 4 SD, aku menunggu kakekku untuk menjemputku, sampai sore aku masih menunggu di depan isma swalayan dan kehabisan uang, aku hanya menunggu, sampai akhirnya kakekku datang, (btw kakekku masih jadi guru waktu itu), di perjalanan firasatku tidak enak, dan akhirnya aku mengalami sebuah kecelakaan..

19 September 1998

Perkenalkan nama aku Febby, aku seorang cowok, yaa cowok, entah kenapa ayah ku memberi nama Febby kala itu, mungkin alesannya karena ada artis bernama Feby Febiola kali ya, padahal mama aku tidak setuju. Akbar, adalah nama jika aku di namakan sama mama ku. Tapi, dengan nama ini banyak sekali cerita yg akan aku bagikan disini. Aku akan senang jika kalian membaca ceritaku ini, disini aku akan berbagi cerita pegalaman Cinta ku saat Remaja, karena temanku merasa terhibur ketika aku menceritakan hal ini (dongeng kali ya) , walaupun aku sedang tidak melawak waktu itu. Jadi daripada aku tidak melakukan apa apa atau bingung mencari hobi baru selagi menunggu kelulusan kuliah, maka aku memutuskan bercerita tentang masa masa Percintaanku sewaktu SMA yg terdengar “lucu” di telinga orang lain. Coming Soon : Guru, Pemisah Di Antara Kita”.